Sat. Aug 8th, 2020

Solusi Mengatasi Knalpot Kemasukan Air Saat Banjir!

2 min read

Jakarta, Autos.id Banjir adalah masalah yang sering muncul di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta. Banjir adalah bencana musiman yang membuat pemilik mobil di Jakarta memiliki masalah yang akan terus mereka hadapi, tidak lain adalah pembuangan air yang terendam saat banjir terjadi.

Masalah knalpot mobil masuk ke air sering terjadi ketika pemilik mobil memutuskan untuk menerobos jalan yang tergenang air. Imbasnya, tidak menutup kemungkinan mobil tiba-tiba akan mogok di jalan. Selanjutnya, Anda terpaksa meninggalkan kendaraan atau memilih untuk mendorongnya ke tempat yang kering.

Tetap Tenang dalam Menghadapi Masalah Air Buang Mobil

Memang, ketika dihadapkan dengan masalah knalpot mobil yang masuk ke dalam air saat banjir, Anda tidak perlu panik. Panik tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, masalahnya menjadi lebih buruk. Karena itu, pertama-tama dinginkan kepala Anda, karena dalam kondisi banjir, ada masalah lain yang lebih berbahaya mengancam mobil.

Knalpot mobil dengan air bukan masalah besar, karena air tidak akan masuk ke mesin.

Kehadiran air di knalpot memang bisa mengganggu kinerja mesin, tetapi tidak merusaknya secara langsung. Alih-alih memasuki mesin, air banjir akan ditampung di bagian yang disebut Konventer Katalitik yang fungsinya untuk menyaring gas buang.

Air menumpuk Konventer Katalitik, akan sulit bagi Anda untuk menyalakan mesin. Namun, seiring dengan penggunaan, genangan air di bagian itu, akan berubah menjadi uap. Sekarang, masalah yang lebih besar dan perlu diperhatikan bukan pada knalpot, tetapi pada sistem kelistrikan mobil dan mesin.

Sistem kelistrikan mobil, yang biasa disebut sebagai unit kontrol elektronik (ECU) biasanya terletak di 2 lokasi, yaitu kabin atau ruang mesin. Ketika Anda memutuskan untuk terkena banjir, pertama-tama pastikan bahwa posisi ECU lebih tinggi dari permukaan air. Dengan begitu, risiko korsleting akibat komponen listrik yang terpapar air dapat dikurangi.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan komponen listrik lainnya seperti alternator, soket, sekering, injektor, kabel, juga menyampaikan. Biasanya, komponen-komponen ini telah dilengkapi dengan pelindung untuk menghindari air. Namun, Anda harus memastikan secara langsung bahwa kondisi komponen listrik baik-baik saja setelah banjir.

Pada bagian mesin, Anda juga perlu memeriksa beberapa komponen. Pada radiator, pastikan tidak ada kotoran yang menempel. Kompresor AC juga harus diperiksa, terutama jika penempatannya di daerah yang cukup rendah. Sebahagia langkah antisipasinya, Anda harus menghindari menyalakan AC mobil ketika Anda memiliki mobil dengan masalah pembuangan air.

Selanjutnya, ketika mobil banjir, Anda harus mengganti saringan udara. Jika bagian ini tidak berfungsi dengan baik, ini dapat berdampak langsung pada mesin. Kopling juga merupakan bagian yang tidak boleh dilewatkan. Kondisi banjir sering membuat comping terasa berat ketika dipindahkan, karena tumpukan karat yang menghambat pergerakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.