Wed. Jul 15th, 2020

RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Pengembangan Kendaraan Listrik

3 min read

Bali – Indonesia dan Jepang terus berkolaborasi dalam upaya mengembangkan industri otomotif, termasuk mendorong percepatan produksi kendaraan ramah lingkungan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui sinergi antara Kementerian Perindustrian Indonesia dan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI).

"Mereka memberikan gambaran tentang perkembangan industri kendaraan listrik. Adapun apa yang kami bahas, antara lain mengenai pengembangan industri otomotif kedua negara. Selain itu, tren dan kegiatan penggunaan kendaraan listrik dan pengembangan baterai di dunia, "kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Transportasi dan Elektronik (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Harjanto di Dialog Otomotif Indonesia-Jepang ke-2 di Bali, Jumat (13/12).

Direktur Jenderal ILMATE menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai standardisasi dan peraturan teknis yang diterapkan di kedua negara. Salah satunya adalah penggunaan energi terbarukan (biofuel).

"Kami juga mendapat masukan dari mereka, terutama untuk implementasi B30. Misalnya, mereka memberi masukan tentang cara mendapatkan bahan bakar kualitas yang lebih baik. Misalnya, campur Asam Lemak Metil Ester (FAME) ada proses lanjutan, sehingga akan menghasilkan proses minyak sayur terhidrogenasi, "Dia berkata.

Padahal, menurut Harjanto, kedua belah pihak membahas terkait pengembangan investasi dan insentif untuk pengembangan industri kendaraan listrik. Selain itu, Indonesia – Jepang telah lama menjadi mitra strategis dalam membangun kerja sama ekonomi.

Di sektor peralatan transportasi, Jepang adalah investor terbesar di Indonesia hingga kuartal ketiga 2019, dengan nilai Rp. 7,46 triliun. Di sektor otomotif, Jepang juga merupakan salah satu kisah sukses dari para investor yang ingin terus berinvestasi di negara ini, di mana produsen otomotif Jepang dalam skala global telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik untuk mengekspor

"Kami sampaikan, pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019, yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik. Kami menjelaskan secara komprehensif kepada mereka, sehingga mereka bisa mendapatkan pemahaman yang jelas," jelasnya. .

Harjanto menambahkan, untuk menarik investor dalam pengembangan kendaraan listrik, Pemerintah Indonesia akan memfasilitasi pemberian insentif fiskal seperti hari libur pajak. "Di antara mereka kami fokus pada investasi dalam pembuatan baterai, motor listrik, dan unit kontrol daya, yang merupakan tiga komponen utama. "Insentif itu diberikan selama mereka berinvestasi sekitar USD50 juta atau mereka melakukan proses industrialisasi di negara ini," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Industri Kelautan, Peralatan Transportasi, dan Peralatan Pertahanan, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Putu Juli Ardika mengatakan bahwa pihaknya ditugaskan untuk menyusun empat Peraturan Menteri Perindustrian. Ini adalah peraturan turunan dalam Perpres No.55 / 2019 tentang Program Percepatan Kendaraan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (Baterai Kendaraan Listrik) untuk Transportasi Jalan.

"Aturannya terkait, antara lain peta jalan industri kendaraan domestik serta fasilitasi CKD, IKD dan skema sebagian demi sebagian, "Katanya. Putu juga mengatakan, dalam upaya mempercepat produksi kendaraan listrik, pemerintah menargetkan pada tahun 2022 Indonesia akan dapat memproduksi baterai untuk kendaraan listrik.

"Sudah banyak investor berkomitmen yang ingin memproduksinya, termasuk bahan bakunya. Untuk alasan ini, kami akan mempercepat penyusunan aturan. Kami juga mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi umum," katanya.

Potensi industri otomotif di Indonesia saat ini didukung oleh 18 atau produsen kendaraan bermotor roda empat yang telah beroperasi dengan kapasitas produksi 2,26 juta unit per tahun dan tenaga kerja 38 ribu orang. Dalam hal produksi dan penjualan otomotif nasional, pada 2013 hingga 2018 rata-rata mencapai di atas 1,2 juta unit per tahun. Ini tentu saja banyak industri komponen lokal yang juga tumbuh seiring dengan peningkatan produksi.

"Dengan tren industri mobil listrik di arena global, Indonesia menargetkan produksi mobil bertenaga listrik mencapai 20 persen dari total produksi pada 2025. Itu berarti, akan ada 400 ribu unit," kata Putu.

Gam, Kemenperin, Youtube: Bang Koboi

Pos RI-Jepang Perkuat Kerjasama dalam Pengembangan Kendaraan Listrik muncul pertama kali Magz Otomotif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.