Sat. Aug 8th, 2020

Presiden Jokowi Resmikan Penerapan Program Biodiesel B30

2 min read

Jakarta – Presiden Joko Widodo meresmikan penerapan program 30 persen Biodiesel (B30) di COCO General Fuel Filling Station (SPBU) No. 31.128.02 MT Haryono, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 23 Desember 2019.

Presiden Jokowi mengatakan program B30, yang telah dimulai November lalu dan sekarang diluncurkan. Dia meminta pengurangan impor Solar harus dilakukan dengan serius. Program B30 ini memberikan kontribusi yang sangat besar, karena dapat menghemat devisa sekitar Rp 63 triliun.

"Ingat kita adalah produsen minyak sawit yang tersebar di dunia. Kami memiliki sumber bahan nabati sebagai pengganti Solar. Kami menggunakannya untuk kemandirian energi nasional," kata Presiden.

Lebih lanjut menurut Presiden, program B30 juga akan dapat mengurangi impor bahan bakar dan menciptakan permintaan CPO domestik yang besar. Ini dapat memiliki efek berganda bagi 13,5 juta petani perkebunan kelapa sawit. Ini berarti, B30 akan berdampak pada perkebunan kecil yang menumbuhkan petani kecil yang telah bekerja di perkebunan kelapa sawit dan pekerja yang bekerja di pabrik kelapa sawit.

"Program B30 nantinya akan menjadi B50 dan seterusnya juga akan menjadi B100. Tidak mudah bagi kita untuk ditekan lagi oleh negara lain, terutama kampanye negatif dari beberapa negara terhadap ekspor CPO kita. Karena kita sudah memiliki domestik besar pasar, "kata Presiden.

Pada kesempatan ini, Direktur Pelaksana Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan bahwa Pertamina siap untuk mensukseskan Program B30 yang menjadi salah satu program strategis Pemerintah pada tahun 2020. Pelantikan dilakukan lebih cepat dari yang direncanakan pada Januari 2020. Mudah-mudahan, pada awal 2020, semua pompa bensin Pertamina telah mendistribusikan B30.

Nicke Widyawati menambahkan, Pertamina telah mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan B30 sejak November 2019 di beberapa daerah termasuk TBBM Medan Sumatera Utara, Kilang Plaju Sumatra Selatan, TBBM Panjang Lampung, TBBM DKI Jakarta Plumpang, TBBM Kalimantan Timur, TBBM Rewulu Yogjakarta, TBBM Sumatra Selatan Boyolali, Jawa Tengah, Kilang Kasim Papua.

"Sekarang, Pertamina telah menyiapkan 28 TBBM sebagai titik pencampur untuk B30, yang akan didistribusikan ke seluruh Indonesia SPBU Pertamina di seluruh Indonesia, kata Nicke.

Untuk mengamankan pasokan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sebagai bahan utama untuk pencampuran B30, lanjut Nicke, Pertamina telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk pengadaan FAME dengan 18 Badan Usaha Biofuel (BUBBN) yang ditunjuk oleh pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) pada Senin (16/12).

Biosolar B30, tambah Nicke, adalah bahan bakar yang lebih ramah lingkungan karena emisi gas buang yang memiliki tingkat polusi rendah tanpa mengurangi kinerja kendaraan. Pertamina berharap masyarakat dapat memanfaatkan produk-produk Biosolar B30 dan membantu melestarikan alam melalui penggunaan bahan bakar ramah lingkungan.

Program B30 ditargetkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 14,25 juta ton CO2 selama tahun 2020. Selain itu, Program B30 juga ditargetkan untuk dapat menyerap tenaga kerja tambahan hingga 1,29 juta orang.

Gam, Pertamina, Youtube: Cowboy Bang

Pos Presiden Jokowi meresmikan Implementasi Program Biodiesel B30 muncul pertama kali Magz Otomotif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.