Sat. Aug 8th, 2020

Menperin Ajak Pengusaha Taiwan Berinvestasi di Sektor Otomotif

3 min read

Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan bahwa Indonesia akan menjadi pusat atau pusat pengembangan produksi kendaraan listrik di kawasan ASEAN pada tahun 2030. Ini akan didukung, antara lain, oleh potensi pasar yang sangat besar.

"Oleh karena itu, salah satu fokus pemerintah adalah merumuskan dan menerbitkan kebijakan yang mendukung target. Kami berharap ada pemain industri Taiwan yang tertarik untuk berinvestasi di sektor otomotif," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sesuai dengan pernyataannya yang diterima di Jakarta, Senin (23/12).

Pada hari Jumat (12/20), Menteri Perindustrian menghadiri Pertemuan Makan Siang dengan CEO dari perusahaan-perusahaan di Taiwan. "Pemerintah Indonesia membuka pintu bagi investor yang ingin masuk ke Indonesia untuk menumbuhkan industri manufaktur, termasuk sektor otomotif," katanya. Langkah ini untuk memperkuat struktur industri dalam negeri, dari sektor hulu ke hilir.

Selain itu, untuk meningkatkan produktivitas, rasio kepemilikan mobil di Indonesia perlu ditingkatkan. Mengacu pada data dari Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo), rasio kepemilikan mobil di Indonesia hanya sekitar 87 unit per 1.000 orang, masih rendah di bawah negara tetangga seperti Malaysia, yang mencapai 450 unit per 1.000 orang dan Thailand sebanyak 220 unit per 1.000 orang.

Menteri Perindustrian dan Perdagangan Agus menilai, prospek penjualan mobil di Indonesia masih sangat menjanjikan. Karena, jika hanya satu unit meningkat dari 87 menjadi 88 unit, itu berarti penjualan akan meningkat sekitar 260 ribu unit. "Dengan populasi kami 260 juta, lalu ruang untuk tumbuh untuk industri ini sangat besar, "katanya.

Selain itu, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri otomotif adalah salah satu dari lima sektor manufaktur yang menerima prioritas pengembangan, terutama agar siap menerapkan industri 4.0. "Jadi, industri otomotif sebagai bagian dari sektor manufaktur lokomotif di negara ini, yang akan mendorong PDB nasional menjadi 10 besar di dunia pada 2030," tambahnya.

Menteri AGK menambahkan bahwa pemerintah juga menargetkan sekitar 20 persen dari total produksi nasional atau sebanyak 2 juta unit pada tahun 2025 untuk menjadi sepeda motor listrik. Selain itu, Indonesia menargetkan produksi mobil bertenaga listrik mencapai 400 ribu unit atau 20 persen dari total produksi pada 2025. Dari jumlah tersebut, diperkirakan akan meningkat hingga 2029.

Sasaran peningkatan produksi kendaraan listrik di dalam negeri, telah didukung melalui penerbitan Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Bermotor Berbasis Baterai. "Perpres No. 55/2019 mengamanatkan peraturan penggunaan Komponen Domestik Berbasis Baterai (TKDN) Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) termasuk sepeda motor listrik untuk meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri," kata Agus.

Untuk itu, pemerintah mengundang komponen otomotif dan industri pendukung bersama untuk mempersiapkan diri memasuki era kendaraan listrik dan teknologi kendaraan ramah lingkungan lainnya melalui peningkatan sumber daya manusia dan manajemen industri, serta peningkatan penguasaan teknologi melalui kegiatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dan desain.

"Dengan peraturan itu, percepatan program diatur secara rinci, mulai dari R&D dan TKDN, hingga insentif yang akan diberikan," katanya. Tentu saja, ini adalah peluang baru bagi industri manufaktur dan komponen dalam negeri untuk memulai kegiatan R&D dan merancang kendaraan listrik dan komponen pendukung utamanya. Karena pada 2025, pemerintah menargetkan konten lokal 100% pada produk otomotif Indonesia.

Sejalan dengan itu, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pembayaran Pajak Penghasilan pada Tahun Berjalan. Dalam peraturan itu, salah satunya mengatur pemberian insentif fiskal dalam bentuk pajak potongan super untuk perusahaan yang melakukan penelitian dan kegiatan kejuruan dengan mendapatkan pengurangan pendapatan kotor hingga 200% -300%.

Gam, Kemenperin, Youtube: Bang Koboi

Pos Menteri Perindustrian Mengundang Pengusaha Taiwan untuk Berinvestasi di Sektor Otomotif muncul pertama kali Magz Otomotif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.