Sat. Sep 26th, 2020

Alami Penurunan, Adira Finance Ukir Laba Rp 597 Miliar

3 min read

Adira Finance

Autonesian.com – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk resmi mengumumkan total pembiayaan baru dan laba bersih sepanjang paruh pertama tahun 2020 mengalami penurunan kinerja akibat pandemi Covid-19.

Dari sisi pembiayaan baru, perusahaan pembiayaan ternama ini mencatatkan penurunan 47% y / y menjadi Rp 10,1 triliun seiring dengan penurunan industri otomotif. Industri otomotif sendiri mengalami penurunan yang cukup signifikan terlihat dari penurunan penjualan retail mobil baru domestik sebesar 42% y / y yang mencapai 291 ribu unit pada 6M2020.

Sementara itu, penjualan ritel sepeda motor baru domestik tercatat sebesar 2,0 juta unit, turun 36% y / y di semester I tahun 2020. Penjualan ritel ini mengacu pada penjualan yang dilakukan dari dealer ke pelanggan yang mencerminkan bisnis perusahaan multifinance di Indonesia. menyediakan pembiayaan di segmen ritel ini.

Hal ini disebabkan lesunya daya beli masyarakat, dan penerapan PSBB yang sebagian besar kegiatan perekonomiannya terhenti sehingga berdampak pada pembiayaan mobil dan sepeda motor.

Total penjualan segmen sepeda motor dan mobil masing-masing turun menjadi Rp 4,7 triliun dan Rp 3,6 triliun di 1H20. Sementara segmen non otomotif tercatat Rp 1,8 triliun.

"Sejak April 2020, Adira Finance telah memberikan bantuan kepada konsumen yang terkena langsung pandemi Covid-19 berupa restrukturisasi kredit, ”kata Hafid Hadeli, Presiden Direktur Adira Finance saat konferensi virtual, Selasa (4/8/2020).

Hafid juga menegaskan, “Adapun konsumen yang memenuhi persyaratan restrukturisasi, sesuai dengan kriteria yang diarahkan oleh APPI (Asosiasi Jasa Keuangan Indonesia) dan OJK. Per 30 Juni 2020, jumlah konsumen yang sudah direstrukturisasi adalah 745 ribu. kontrak atau sekitar Rp. 17,4 triliun. "

Selain itu, Adira Finance dalam kondisi ini juga mencatat total piutang yang dikelola pada semester 1 tahun 2020 hanya sebesar Rp. 50,4 triliun atau turun 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Segmen pembiayaan baru sepeda motor baru pada Semester I-2020 tercatat mengalami penurunan sebesar 47% y / y menjadi Rp 3,8 triliun. Honda masih menjadi penyumbang terbesar dengan komposisi 65% dari total pembiayaan sepeda motor baru, disusul Yamaha 29%, dan Kawasaki 4%.

Selain itu, pembiayaan mobil baru pada Semester I-2020 sebesar Rp2,2 triliun, turun 51% y / y dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Segmen mobil komersial baru mengalami penurunan 47% menjadi Rp 1,1 triliun, sedangkan segmen mobil penumpang baru turun 53% y / y menjadi Rp 1,1 triliun.

Dari sisi keuangan, Perseroan membukukan pendapatan bunga sebesar Rp 5,8 triliun, relatif flat atau sedikit menurun sebesar 1% y / y dan beban bunga turun 2% y / y menjadi Rp 2,3 triliun pada Semester I-2020. Pendapatan bunga bersih relatif tidak berubah di angka Rp 3,6 triliun sehingga menghasilkan marjin bunga bersih sebesar 13,5%. Biaya operasional tumbuh sedikit sebesar 1% y / y menjadi Rp 3,9 triliun di Semester I-2020.

Biaya kredit meningkat 22% y / y dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan ada biaya kerugian pada restrukturisasi sebesar Rp. 298 milyar, sehingga laba bersih menjadi Rp. 597 miliar, turun 37% y / y. Pada Juni 2020, rasio ROA dan ROE masing-masing tercatat 3,5% dan 16,0%.

Di sisi lain, meski pihaknya mengaku mengalami penurunan yang cukup signifikan. Adira Finance pun mengambil langkah lain untuk mengembangkan inovasi layanan di era normal baru dengan menghadirkan layanan digital kepada seluruh pelanggan setianya.

“Untuk menunjang masa normal baru, kami melakukan inovasi layanan dengan menghadirkan aplikasi mobile / platform online seperti Adiraku, Momobil, dan Momotor agar konsumen dapat dengan nyaman mengajukan pembiayaan untuk kebutuhannya”, tutup Hafid.

Pos Wajar Turun, Adira Finance Menorehkan Untung Rp 597 Miliar muncul pertama kali Autonesian.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.